Banner 468 x 60

Loading...

MOTIVASI MAHASISWA MEMASUKI FAKULTAS AGAMA ISLAM - BAB II

Advertisement

sambungan dari artkel sebelumnya

2.      Tujuan Motivasi Dalam Belajar

Motivasi mempunyai tujuan yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, tidak ada kegiatan pembelajaran tanpa motivasi, oleh karena itu motivasi mempunyai peranan yang sangat strategis dalam mencapai tujuan atau hasil pembelajaran. Adapaun tujuan motivasi dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:[1]
a.       Sebagai motor penggerak atau pendorong kegiatan pembelajaran.
Motivasi dalam hal ini berperan sebagai motor penggerak utama bagi peserta didik untuk belajar, baik berasal dari dalam dirinya (internal) maupun dari luar diri (eksternal) untuk melakukan proses pembelajaran.
b.      Memperjelasan tujuan pembelajaran.
Motivasi bertalian dengan suatu tujuan, tanpa ada tujuan maka tidak ada motivasi seseorang. Oleh sebab itu, motivasi sangat berperan penting dalam mencapai hasil pembelajaran peserta didik menjadi optimal. Dengan demikian, motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan bagi peserta didik yang harus dikerjakan sesuai dengan tujuan tersebut.
c.       Menyeleksi arah perbuatan.
Disini motivasi dapat berperan menyeleksi arah perbuatan bagi peserta didik apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. Contoh : untuk menghadapi ujian peserta didik supaya lulus dan mendapat hasil yan baik, maka peserta didik harus mampu menyisihkan waktu yang optimal untuk kegiatan belajar dan tidak menyia-nyiakan waktu untuk menonton TV, membaca novel, bermain.
d.      Menentukan ketekunan dalam pembelajaran.
Seorang peserta didik yang telah termotivasi untuk belajar, tentu dia akan berusaha seoptimal mungkin untuk belajar dengan tekun. Dengan harapan mendapatkan hasil yang baik dan lulus.
e.       Melahirkan prestasi.
Motivasi sangat berperan dalam pembelajaran peserta didik dalam meraih prestasi.
Ada beberapa bentuk dan cara untuk mempengaruhi motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah:[2]
a.       Memberi angka
Angka dalam hal ini simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak peserta didik belajar, yang utama justru untukmencapai angka / hasil yang baik. Sehingga peserta didik biasanya yang dikejar adalah nilai tangan atau nilai-nilai pada raport angkanya baik-baik.
b.      Hadiah
Hadiah juga dapat dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidaklah selalu demikian. Karena hadiah untuk suatu pekerjaan, mungkin tidak akan senang dan tidak berbakat untuk sesuatu pekerjaan tersebut. Sebagai contoh hadiah yang diberikan untuk gambar yang terbaik mungkin tidak akan menarik lagi bagi seorang peserta didik yang tidak memiliki bakat menggambar.
c.       Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehigga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggan dan harga diri, begitu juga untuk peserta didik si subjek belajar. Para peserta didik akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya.
d.      Saingan / kompetesi
Saingan atau kompetesi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar peserta didik. Persaingan, baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Memang unsur persaingan ini banyak dimanfaatkan di dalam industri atau perdagangan, tetapi juga sangat baik digunakan untuk meningkatkan kegiatan belajar peserta didik.
e.       Memberi ulangan.
Peserta didik akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Oleh karena itu, memberi ulangan ini juga merupakan sarana motivasi. Tetapi yang harus diingat oleh guru, adalah jangan terlalu sering karena bisa membosankan dan bersifat rutinitas. Dalam hal ini guru harus juga terbuka, maksudnya jika ulangan harus diberitahukan kepada peserta didiknya.
f.       Mengetahui hasil
Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan, akan mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui bahwa grafik hasil belajar meningkat, maka ada motivasi pada diri peserta didik untuk terus belajar, dengan suatu harapan hasilnya terus meningkat.
g.      Pujian
Apabila ada peserta didik yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah untuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh karena itu, supaya pujian ini merupakan motivasi, pemberiannya harus tepat. Dengan pujian yang tepat akan menumpuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.
h.      Hasrat untuk belajar
Hasrat untuk belajar, berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik, bila dibandingkan segala sesuatu kegiatan yang dimaksud. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah barang tentu hasilnya akan lebih baik.
i.        Hukuman
Hukuman sebagai reinfocement  yang negatif tetapi kalau diberika secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman.
j.        Minat
Motivasi sangat erat hubungannya dengan minat. Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok. Proses belajar itu  akan berjalan lancar kalau disertai dengan minat. Mengenai minat ini antara lain dapat dibangkitkan dengan cara sebagai berikut ini :
1)      Membangkitkan adanya suatu kebutuhan.
2)      Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau
3)      Memberik kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik
4)      Menggunakan bermacam bentuk mengajar.
k.      Tujuan
Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh peserta didik, akan merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan menguntungkan, maka akan timbul gairah untuk terus belajar



[1] Ibid, hal. 192
[2] Sardiman A.M, Interasksi dan Motivasi Belajar Mengajar (pedoman bagi guru dan calon guru), (Jakarta: rajawali Pers), 1992,  hal. 92-95

Makalah Arminaven

1. POKOK-POKOK BAHASAN AKHLAK DI SMU
2. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PAI DI SLTP SMU
3. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SLTP
4. POKOK BAHASAN MUAMALAH DI SMU
5. Makalah sejarah masuknya islam ke indonesia
6. pemberian SCORE VERIFIKASI DAN STANDAR PENILAIAN PAP DAN PAN 
7. Makalah pokok bahasan aqidah SMP SMA 
8. perkembangan biologis dan perseptual anak
9. pengertian dan sejarah singkats osiologi pendidikan 
10. PANDANGAN islam TENTANG PEMBELAJARAN 
11. GURU DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN 
12. makalah pokok pokok ilmu tajwid dan kandungan alquran 
13. ADMinistrasi PENDIDIKANI 
14. pembuatan KTSP 
15. makalah landasan pengembangan kurikulum 
16. Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam 
17. makalah Hadist 
18. masa'ilul fiqhiyah 
19. Makalah JENIS-JENIS SYARAT EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM 
20. makalah MPDP SKI
21. POKOK BAHASAN AKHLAK DI SLTP
22. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SMU 
23. POKOK BAHASAN AQIDAH DI SLTP
24. POKOK BAHASAN IBADAHD SLTP SMU
25. tanggung jawab Kepala Sekolah Sebagai Administrator Pendidikan
26. MAKALAH SPI abbasiyahumayyah
27. Makalah_dasar-dasar pendidikan islam
28. Makalah PsikologiUmum
29. makalah SEJARAH kemunduran PERADABAN ISLAM
30. psikologi perkembangan perseptual anak 
31. makalahQ PLS kejar paket ABC
32. Makalah SPI_dinasti abbasiyah
33. objek ijtihad 
34. makalah kapita selekta pendidikan 
35. makalah OBJEK N KEGUNAAN FILSAFAT ISLAM
36. makalah psikologi belajar dan hakikat kejiwaan dalam belajar 
37. makalah ontologi-filsafat
38. makalah partai politik demokrat
39. makalah pengertian dan ruang lingkup pendidikan agama islamMt sMA

Advertisement

1 Response to "MOTIVASI MAHASISWA MEMASUKI FAKULTAS AGAMA ISLAM - BAB II"

  • Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai dengan isi konten.
  • Komentar yang tidak diperlukan oleh pembaca lain [spam] akan segera dihapus.
  • Apabila artikel yang berjudul "MOTIVASI MAHASISWA MEMASUKI FAKULTAS AGAMA ISLAM - BAB II" ini bermanfaat, share ke jejaring sosial.
Konversi Kode