Banner 468 x 60

Loading...

SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA

Advertisement
BAB I
PENDAHULUAN

a. Akselerasi perkembangan Islam pada umumnya


Sejarah telah mencatat bahwa semua agama baik agama samawi atau agama wad’I disiarkan dan dikembangkan oleh para pembawanya yang disebut utusan Tuhan oleh para pengikutnya. Mereka yakin utusan Tuhan oleh para pengikutnya. Mereka yakin bahwa kebenarana dari Tuhan itu harus disampaikan kepada umat manusia untuk menjadi pedoman hidup. Para penyebar agama banyak yang menempuh perjalanan jarak jauh dari tempat kelahirannya sendiri demi untuk menyampaikan ajarannya. Misalnya Nabi Ibrahim berhijrah dari daerah Babylonia menuju Palestina Mesir dan Makkah. Nabi Musa pulang balik dari Mesir dan Palestina. Nabi Isa berhijrah dari Bait Lahm ke Yerusalem, dan Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah. Para pemeluk agama menyebarkannya lagi ketempat tempat yang lebih jauh secaralangsung atau secara beranting (estafet). Sehingga agama agama sekarang telah tersebar keseluruh pelosok dunia.

Diantara agama agama besar didunia ini adalah Yahudi, Nasrani, Islam , Hindu dan Budha. Tetapi yang paling luas dan paling banyak pengikutnya adalah Nasrani dan Islam . Hal itu tentu berhubungan dengan usaha penyiarannya oleh para pemeluknya.Diantara penyiaran agama pasti menghadapi rintangan, hambatan, gangguan bahkan ancaman yang berat. Itulah sebabnya maka kadang – kadang penyiaran suatu agama berjalan dengan lancar, kadanga – kadang tersendat – sendat dan terkadang – kadang mengalami kemacetan walaupun tidak total.

Pengembangan dan penyebaran agama Islam termasuk paling dinamis dan cepat dibandingkan dengan agama agama lainnya . Hal tersebut diukur dengan kurun waktu yang sebanding dan dengan sikon, alat komukasi dan transportasi yang sepadan. Catatan sejarah telah membuktikan bahwa Islam dalam waktu 23 tahun dari kelahirannya sudah menjadi tuan di negerinya sendiri, yaitu Arabia. Pada zaman khalifah Umar bin Khattab, Islam telah masuk secara potensial di Syam Palestina, Mesir dan Iraq. Pada zaman Utsman bin Affan, Islam telah masuk di negeri negeri bagian timur sampai ke Tiongkok dibawa oleh para pedagang zaman dinasti Tang. Kesimpulannya ialah Islam telah tersebar jauh sampai ke Tiongkok , ke Afrika bagian utara, ke Asia kecil dan ke Asia bagian utara (Lembah sungai Everat dan Tigris). Sedangkan agama agama lain memerlukan beberapa abad untuk dapat menyebar ke luar negerinya dalam jarak yang jauh dan daerah yang luas atau untuk menjadi tuan di negerinya sendiri.

Akselarasi dan dinamika penyebaran Islam tersebut disebabkan adanya faktor faktor khusus yang dimiliki Islam pada periode perrmulaannya. Faktor faktor positif antara lain:

1. Faktor ajaran Islam itu sendiri. Ajaran Islam baik bidang akidah, syariah, dan akhlaknya mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat, dapat diamalkan secara luwes dan ringan, selalu memberikan jalan keluar dari kesulitan.
2. faktor tempat kelahiran Islam , yaitu Jazirah Arab
a. lokasi Arabia lokasinya sangat strategis yaitu di tengah persimpangan antara benua benua Afrika, Eropa, Asia bagian Utara dan Asia bagian Timur
b. Arab itu disebu Jazirah (pulau) karena hampir seluruh tanahnya dikelilingi oleh perairan secara langsung . Yaitu laut Tengah, laut Merah, Samudera India, Teluk Parsi (Teluk Arab) dan sungai besar Everat dan Tigris.
c. Arabia terdiri dari daerah padang pasir dan gunung gunung batu yang tandus. Hanya sebagian kecil saja daerah yang subur. Keadaan yang demikian itu, memaksa kepada penduduknya untuk mencari penghidupan dengan jalan perdagangan. Pertanian dan peternakan tidak dapat mencukupi kebutuhan minimal dari penduduknya.
d. Iklim Jazirah Arab pada umumnya panas dan kering. Pada waktu musim panas suhu udara disiang hari mencapai 50 C atau lebih. Perbedaan antara suhu udara siang dengan suhu udara malam agak besar. Oleh karena itu bangsa Arab di Jazirah Arabia sudah terbiasa hidup di dalam suhu udara yang bermacam macam, baik udara panas, sedan dan udara dingin.




b. masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia

Ada dua faktor utama yang menyebabkan Indonesia mudah dikenal oleh bangsa bangsa lain, khsusunya oleh bangsa bangsa di Timur Tengah dan Timur jauh sejak dahulu kala yaitu:

1. faktor letak geografisnya yang strategis. Indonesia berada di persimpangan jalan raya internasional dari jurusan Timur Tengah menuju Tiongkok , melalui lautan dan jalan menuju benua Amerika dan Australia.
2. faktor kesuburan tanahnya yang menghasilkan bahan bahan keperluan hidup yang dibutuhkan oleh bangsa bangsa lain, misalnya : rempah rempah.

Oleh karena itulah maka tidak mengherankan jika masuknya Islam di Indonesia ini terjadi tidak terlalu jauh dari zaman kelahirannya. Harus dibedakan antara datangnya orang Islam yang pertama di Indonesia dengan permulaan penyiaran agama Islam di Indonesia. Dapat dibayangkan bagaimana sikap kepribadian para penyiar Islam yang pertama di Indonesia itu dengan mengingat tiga hal yaitu :

a. meraka adalah angkatan umat Islam ke I H Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa : sebaik baik abad adalah abad saya, kemudia abad berikutnya.
b. Mereka pada umunya adalah para pedagang dan perantau, pada umumnya para pedagang dan perantau bersikap ramah, ulet bekerja dan sederhana.
c. Mereka datang sebagai minoritas yang tidak bersenjata

Faktor tersebut menunjang keberhasilan dan kecepatan pengembangan isla periode pertama itu. Dengan modal kepribadian tersebut para mubaligh Islam itu berdakwah kepada rakyat awam dan kepada para penguasa pemerintah sekaligus, seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad sendiri. Nabi Muhammad SAW mengajarkan agama Islam kepada kaum awam yang lemah, kepada kaum bangsawan kabilah dan kepada raja raja. Ia mengajarkan agama Islam di mana saja dan kapan saja, tidak terikat oleh formalitas waktu dan tempat tertentu.

Materi pelajarannya mula mula sekali adalah kalimat syahadat. Barang siapa sudah bersyahadat berarti ia sudah menjadi warga Islam . Demikianlah gambaran dari aktivitas mubalig pertama di Indonesia.

Proses pembentuakan dan pengembangan masyarakat Islam yang pertama melalui bermacam macam kontak, mislanya: kontak jual beli, kontak perkawinan, dan kontak dakwah langsung, baik secara individual maupun kolektif

BAB II

PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KERAJAAN ISLAM

a. Zaman kerajaan Islam di Aceh


Ada dua fkator penting yang menyebabkan masyarakat Islam mudah berkembang di Aceh, yaitu:
a. letaknya yang strategis dalam hubungannya dengan jalur Timur Tengah dan Tiongkok
b. pengaruh Hindu – Budha dari kerajaan Sriwijaya di palembang tidak begitu berkar kuat di kalangan rakyat Aceh, karena jarak antara Palembang dan Aceh cukup jauh.

Proses antara masyarakat Islam menjadi kerajaan Islam yang berkuasa secara politis menempuh masa dan waktu yang lama . Hal ini terbukti bahwa masuknya Islam yang pertama pada abad ke 7 M, sedangkan kerajaan Islam yang pertama baru berdiri pada abad ke 10 M . Rupanya masyarkat Islam tidak begitu ambisi untuk merebut kekuasaan politik sehingga penyiaran Islam berjalan dengan damai dan wajar.

Kerajaan Islam yang pertama di Indonesia adalah Pase atau atau kerajaan samdudera di daerah Aceh yang berdiri pada abad ke 10 M dengan rajanya yang pertama Al Malik Ibrahim bin Mahdum, yang kedua bernama Al Malik Al Shaleh dan yang terkahir bernama Al Malik Sabar Syah (tahun 1444 M / abad ke 15 H)

Sistem pendidikan yang berlaku di zaman kerajaan pase adalah sebagai berikut:
1. materi pendidikan dan pengajaran agama dibidang syari’at ialah Fiqh mazhab Syafi’i
2. sistem pendidikannya secara informal berupa majlis ta’lim dan halaqah
3. tokoh pemerintahan merangkap sebagai tokoh ulama
4. biaya pendidikan agama bersumber dari Negara.

Kerajaan Islam kedua di Indonesia adalah Perlak di Aceh. Rajanya yang pertama Sultan Alaudin (tahun 1161 – 1186 H/abad 12 M). Antara Pase dan Perlak terjalin kerjasama yang baik sehingga seorang raja Pase menikah dengan puteri raja Perlak.
Rajanya yang ke 6 bernama Sultan Mahdum Alaudin Muhammad Amin, adalah seorang ulama yang mendirikan perguruan tinggi Islam . Suatu lembaga majlis ta’lim tinggi dihadiri khusus oleh para murid yang sudah alim. Lembaga tersebut mengajarkan dan membacakan kitab Al Um karangan imam Syafi’I dan lain lain.

Islam untuk pertama kali masuk di Jawa pada abad ke 14 M (tahun 1399 M) dibawa oleh Maulana Malik Ibrahim dengan keponakannya bernama Mahdum Ishak yang menetap di Gresik . Beliau adalah orang Arab dan pernah tinggal di Gujarat. Pada zaman itu yang berkuasa di Jawa adalah kerajaan Majapahit. Salah seorang faja Majapahit bernama Sri Kertabumi mempunyai istri yang beragama Islam bernama Puteri Cempa. Kejadian tersebut sangat bermanfaat bagi dakwah Islam . Ternyata puteri Cempa itu melahirkan putera bernama Raden Fatah yang menjadi raja Islam yang pertama di Jawa (Demak). Munculnya kerajaan Islam yang pertama itu bukandisebabkan agresi agama Islam terhadap agama Hindu yang dipeluk oleh kerajaan Majapahit, tetapi disebabakan kelemahan dan kehancuran Majapahit dari dalam setelah wafatnya Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk.

Raden fatah bergelar Sultan Alamsyah Akbar, pada dasarnya melanjutkan warisan ayahnya Kertabumi dan menyelamatakannya dari kehancuran total karena perang saudara yang berkepanjangan. Kertambumi tidak dubunuh tetapi diboyong ke Demak.

b. Tentang Walisongo

Ada hubungan timbal balik anrtara peranan walisongo dengan kerajaan Demak di bidang dakwah Islam , yakni berdirinya kerajaan para wali. Raden Fatah menjadi wali adalah atas keputusan para wali juga. Pada tahun 1476 Raden Fatah mendirikan pondok pesantren Gelagah Arum yang menjadi Kota Bintoro serta mendirikan organisasi dakwah bernama Bayangkari Islam .

Para wali ditinjau dari kepribadian dan perjuangan dakwahnya termasuk kekasih Allah. Dan ditinjau dari tugas dan fungsinya dalam kerajaan Demak, mereka adalah para penguasa pemerintahan. Oleh karena itu mereka mendapat gelar Susuhunan (sunan), yaitu sebagai penasihat dan pembantu raja. Dengan demikian maka sasaran pendidikan dan dakwah Islam meliputi rakyat umum dan kalangan pemerintah.
Adapun walisongo itu adalah:

1. Maulana Malik Ibrahim = Maulan Syekh Magribi
2. Sunan Ampel = Raden Rahmat
3. Sunan Bonang = Maulana Ibrahim
4. Suan Derajat = Raden Qasim
5. Sunan Giri = Raden Paku = R. Ainulyaqin
6. Sunan Kudus = R. Amin Haji = Ja’far Sadiq
7. Sunan Muria = R. Prawoto = R. Said
8. Sunan Kalijaga = R. Syahid
9. Sunan Gunung Jati = R. Abd. Qadir = Syarif Hidayatullah = Fatahillah

Maulana Malik Ibrahim berhasil mencetak kader muballigh selam 20 tahun. Wali wali lainnya adalah murid dari Maulana Malik Ibrahim yang digemleng dengan pendidikan sistem pondok pesantren antara Malik Ibrahim dengan para wali yang lain atau antara para wali itu sendiri selain diikat oleh hubungan pendidikan juga diikat oleh hubungan kekeluargaan, yaitu dengan cara menjadi besan, menantu atau ipar. Sistem seperti ini juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sunan Ampel mewarisi pesantren ayahnya yaitu Malik Ibrahim. Sunan Ampel turut mensponsori dan mendesain berdirinya kerajaan Islam yang pertama di Demak. Sunan Bonang menaruh perhatian yang besar pada bidang kebudayaan dan kesenian. Sunan Derajat adalah putera sunan Ampel, adik sunan Bonang menjadi penasihat dan pembantu Raden Fatah dalam pemerintahan. Perhatiannya secara khusus ditujukan kepada kesejahteraan sosial dari para fakir miskin, mengorganisasi amil zakat dan infaq. Sunan Giri menitikberatkan kegiatannya dibidang pendidikan. Dalam susunan hal materi pengajaran ia mengadakan kontak dengan kerajaan Pase di Aceh yang berhaluan Ahli Sunnah Mazhab Syafi’i. Sunan Kudus adalah menantu Sunan Bonang mendalami ilmu syari’at. Tugasnya menjadi hakim tinggi di Demak dan menjadi panglima militer. Bidang hokum syariat yang lebih menjadi perhatian adalah bagian hukum mauammalat. Sunan Muria menjadi ipar Sunan Kudus. Ia terkenal zuhud dan menjadi guru tasawuf yang terkenal pendiam, tapi pandangan dan fatwanya sangat tajam. Sunan Kalijaga adalah ipar dari Sunan Ampel. Ia didik dibidang pemerintahan dan kemeliteran, khususnya dibidang angkatan laut. Ia ahli dibidang pembuatan kapal laut yang dibuat dari kayu jati. Ia membuat salah satu tiang pokok dimasjid Demak dari potongan potongan kayu jati yang disusun rapi dan kuat. Dakwah sunan kalijaga terutama ditujukan kepada golongan tani dan buruh. Sunan Gunung Jati menjadi menantu dari dari Sultan Demak dan diangkat menjadi penguasa jawa barat yang berkedudukan di Cirebon. Ia adalah tokoh politik, militer dan ulama. Dan menjadi raja muda Cirebon dan Banten dibawah lindungan Demak. Pada usianya yang sudah lanjut, Sunan Gunung Jati memimpin pondok pesantren di Cirebon.

c. Kerajaan Islam di Maluku

Islam masuk di Maluk dibawa oleh muballigh dari Jawa sejak zaman Sunan Giri dan dari Malaka. Raja Maluku yang pertama masuk Islam adalah Sultan Ternate bernama Marhum pada tahun 1465 – 1486 M, atas pengaruh Maulana Husain, saudagar dari Jawa. Raja Maluku yang terkenal dibidang pendidikan dan dakwah Islam ialah Sultan Zainul Abidin, 1486 – 1500 M. dakwah Islam di Maluku menghadapi dua tantangan yaitu, yang datang dari orang orang yang masih animis dan dari orang portugis yang mengkristenkan penduduk Maluku.

d. Kerajaan Islam di Kalimantan

Islam mulai masuk di Kalimantan pada abad ke 15 M dengan cara damai, dibawa oleh muballigh dari Jawa. Berkembangnya Islam mulai mantap setelah berdirinya kerajaan Islam di Bandar Masih dibawah pimpinan Sultan Suriyansyah tahun 1540 M bergelar pangeran Samudera dan dibantu oleh patih masih.
Pada tahun 1710 di Kalimantan terdapat seorang ulama besar bernama Syekh Arsyad Al Banjari dari desa Kalampayan yang terkenal sebagai pendidik dan muballigh besar. Pengaruhnya meliputi seluruh Kalimantan (Selatan, Timur dan Barat). Ia menulis kitab agama diantaranya yang terkenal :
1. Sabilul Muhtadin (dipelajari hampir diseluruh Indonesia sampai yang paling barat, Aceh)
2. Syarah Fathul Jawad
3. Tuhfatur Raghibin (terkenal di Sumatera Utara dan Aceh)

Sistem pengajian kitab agama di pesantren Kalimantan sama dengan pengajian kitab di pondok pesantren di Jawa, terutama cara menerjemahkannya de dalam bahasa daerah. Salah seorang tokoh Islam yang masuk di Kalimantan Barat adalah Syarif Abdurrahman Al Kadri dari Hadramaut pada tahun 1735 M dan menikah dengan putra Dayak yang akhirnya mewarisi kerajaan di Kalimantan Barat Pontianak.
Salah seorang pejuang Islam lain dari Kalimantan Selatan adalah pangeran Antasari lahir pada 1790 M- 1826 M. ia diberi gelar oleh rakyat sebagai Khalifah Amirul Mukminin.

e. Kerajaan Islam di Sulawesi

Kerajaan Islam yang mula mula berdasarkan Islam adalah kerajaan Kembar Gowa Tallo tahun 1605 M. rajanya bernama I. Mallingkaang Daeng Manyonri yang kemudian berganti nama dengan Sultan Abdullah Awwalul Islam . Muballigh Islam yang berjasa disana adalah Abdul Qadir Khatib Tunggal gelar Dato Ri Bandang berasal dari Minangkabau, murid Sunan Giri.

Diantara ulam kelahiran Sulawesi sendiri adalah Syekh Maulana Yusuf yang belajar di Makkah pada tahun 1644 M. ia pulang ke Indonesia dan menetap di Banten. Banyak santrinya yang datang dari Maksar, kemudian karena memberontak, dibuang oleh Belanda ke Sri Lanka dan wafat di Afrka Selatan. Jenazahnya dipulangkan ke Makasar dan dikubur disana. Ia mengarang kitab tasawuf dalam bahasa Arab, Bugis, Melayu dan Jawa.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan


• Akselarasi dan dinamika penyebaran Islam tersebut disebabkan adanya faktor faktor khusus yang dimiliki Islam pada periode perrmulaannya. Faktor faktor positif antara lain:
1. Ajaran Islam baik bidang akidah, syariah, dan akhlaknya mudah dimengerti oleh semua lapisan masyarakat, dapat diamalkan secara luwes dan ringan, selalu memberikan jalan keluar dari kesulitan.
2. faktor tempat kelahiran Islam, lokasi Arabia lokasinya sangat strategis berada di tengah persimpangan antara benua benua, hampir seluruh tanahnya dikelilingi oleh perairan secara langsung.mereka adalah para perdagangan yang selalu melakukan perjalanan keluar. Bangsa Arab di Jazirah Arabia sudah terbiasa hidup di dalam suhu udara yang bermacam macam.

• Faktor Indonesia mudah dikenal negara Timur Tengah dan Timur jauh adalah : faktor letak geografisnya yang strategisfaktor kesuburan tanahnya yang menghasilkan rempah rempah.
• Materi pelajarannya mula mula sekali adalah kalimat syahadat
• faktor penting yang menyebabkan masyarakat Islam mudah berkembang di Aceh adalah letaknya yang strategis dalam hubungannya dengan jalur Timur Tengah dan Tiongkok serta pengaruh Hindu – Budha dari kerajaan Sriwijaya di palembang tidak begitu berakar kuat di kalangan rakyat Aceh.

B, Kritik dan Saran

Dalam penulisan makalah ini, tentu banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Dra. Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam . Bumi Aksara,Jakarta : 2004
Drs. Lubis Ilyas, Drs Rafriadi. Pendidikan Agama Islam . Jabal Rahmat, Medan : 1994

Makalah Arminaven
1. POKOK-POKOK BAHASAN AKHLAK DI SMU
2. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PAI DI SLTP SMU
3. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SLTP
4. POKOK BAHASAN MUAMALAH DI SMU
5. Makalah sejarah masuknya islam ke indonesia
6. pemberian SCORE VERIFIKASI DAN STANDAR PENILAIAN PAP DAN PAN 
7. Makalah pokok bahasan aqidah SMP SMA 
8. perkembangan biologis dan perseptual anak
9. pengertian dan sejarah singkats osiologi pendidikan 
10. PANDANGAN islam TENTANG PEMBELAJARAN 
11. GURU DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN 
12. makalah pokok pokok ilmu tajwid dan kandungan alquran 
13. ADMinistrasi PENDIDIKANI 
14. pembuatan KTSP 
15. makalah landasan pengembangan kurikulum 
16. Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam 
17. makalah Hadist 
18. masa'ilul fiqhiyah 
19. Makalah JENIS-JENIS SYARAT EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM 
20. makalah MPDP SKI
21. POKOK BAHASAN AKHLAK DI SLTP
22. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SMU 
23. POKOK BAHASAN AQIDAH DI SLTP
24. POKOK BAHASAN IBADAHD SLTP SMU
25. tanggung jawab Kepala Sekolah Sebagai Administrator Pendidikan
26. MAKALAH SPI abbasiyahumayyah
27. Makalah_dasar-dasar pendidikan islam
28. Makalah PsikologiUmum
29. makalah SEJARAH kemunduran PERADABAN ISLAM
30. psikologi perkembangan perseptual anak 
31. makalahQ PLS kejar paket ABC
32. Makalah SPI_dinasti abbasiyah
33. objek ijtihad 
34. makalah kapita selekta pendidikan 
35. makalah OBJEK N KEGUNAAN FILSAFAT ISLAM
36. makalah psikologi belajar dan hakikat kejiwaan dalam belajar 
37. makalah ontologi-filsafat
38. makalah partai politik demokrat
39. makalah pengertian dan ruang lingkup pendidikan agama islamMt sMA


Advertisement

0 Response to "SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA"

  • Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai dengan isi konten.
  • Komentar yang tidak diperlukan oleh pembaca lain [spam] akan segera dihapus.
  • Apabila artikel yang berjudul "SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA" ini bermanfaat, share ke jejaring sosial.
Konversi Kode