• INFO DAFTAR CUG
  • WA:085200000285
  • PIN: D703CC94

Makalah Objek dan Kegunaan Filsafat Islam

 

Advertisement
Solusi Nelpon SMS Paket Internet Telkomsel Murah - KLIK DISINI

BAB I
PENDAHULUAN
A. Objek Filsafat


Isi filsafat ditentukan oleh objek apa yang dipikirkan, objek yang dipikirkan oleh filsafat ialah segala yang ada dan yang mungkin ada. Jadi luas sekali. Objek filsafat sangat luas, meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. Oleh karena itu manusia memiliki pikiran atau akal yang aktif, maka manusia sesuai dengan tabiatnya, cenderung untuk mengetahui segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada menurut akal pikirannya. Jadi objek filsafat ialah mencari keterangan sedalam-dalamnya.


Objek filsafat ada dua yaitu Objek Materia dan Objek Forma, tentang objek materia ini banyak yang sama dengan objek materia sains. Sains memiliki objek materia yang empiris; filsafat menyelidiki objek itu juga, tetapi bukan bagian yang empiris melainkan bagian yang abstrak. Sedang objek forma filsafat tiada lain ialah mencari keterangan yang sedalam-dalamnya tentang objek materi filsafat (yakni segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada).

Dari uraian tertera di atas jelaslah, bahwa:

1. Objek materia filsafat ialah Sarwa-yang-ada, yang pada garis besarnya dapat dibagi atas tiga persoalan pokok:
a. Hakekat Tuhan
b. Hakekat Alam dan
c. Hakekat Manusia.

2. Objek forma filsafat ialah usaha mencari keterangan secara radikal (sedalam-dalamnya sampai ke akarnya) tentang objek materi filsafat (sarwa-yang-ada).
Dalam buku Filsafat Agama; Titik Temu Akal dengan Wahyu karangan Dr. H. Hamzah Ya’qub dikatakan bahwa objek filsafat ialah mencari keterangan sedalam-dalamnya. Di sinilah diketahui bahwa sesuatu yang ada atau yang berwujud inilah yang menjadi penyelidikan dan menjadi pembagian filsafat menurut objeknya ialah:
1. Ada Umum yakni menyelidiki apa yang ditinjau secara umum. Dalam realitanya terdapat bermacam-macam yang kesemuanya mungkin adanya. Dalam bahasa Eropa, ADA UMUM ini disebut “Ontologia” yang berasal dari perkataan Yunani “Onontos” yang berarti “ada”, dalam Bahasa Arab sering menggunakan Untulujia dan Ilmu Kainat.
2. Ada Mutlak, sesuatu yang ada secara mutlak yakni zat yang wajib adanya, tidak tergantung kepada apa dan siapapun juga. Adanya tidak berpermulaan dan tidak berpenghabisan ia harus terus menerus ada, karena adanya dengan pasti. Ia merupakan asal adanya segala sesuatu. Ini disebut orang “Tuhan” dalam Bahasa Yunani disebut “Theodicea” dan dalam Bahasa Arab disebut “Ilah” atau “Allah”.
3. Cosmologia, yaitu filsafat yang mencari hakekat alam dipelajari apakah sebenarnya alam dan bagaimanakah hubungannya dengan Ada Mutlak. Cosmologia ini ialah filsafat alam yang menerangkan bahwa adanya alam adalah tidak mutlak, alam dan isinya adanya itu karena dimungkinkan Allah. “Ada tidak mutlak”, mungkin “ada” dan mungkin “lenyep sewaktu-waktu” pada suatu masa.
4. Antropologia (Filsafat Manusia), karena manusia termasuk “ada yang tidak mutlak” maka juga menjadi objek pembahasan. Apakah manusia itu sebenarnya, apakah kemampuan-kemampuannya dan apakah pendorong tindakannya? Semua ini diselidiki dan dibahas dalam Antropologia.
5. Etika: filsafat yang menyelidiki tingkah laku manusia. Betapakah tingkah laku manusia yang dipandang baik dan buruk serta tingkah laku manusia mana yang membedakannya dengan lain-lain makhluk.
6. Logika: filsafat akal budi dan biasanya juga disebut mantiq. Akal budi adalah akal yang terpenting dalam penyelidikan manusia untuk mengetahui kebenaran. Tanpa kepastian tentang logika, maka semua penyelidikan tidak mempunyai kekuatan dasar. Tegasnya tanpa akal budi takkan ada penyelidikan. Oleh karena itu dipersoalkan adakah manusia mempunyai akal budi dan dapatkah akal budi itu mencari kebenaran? Dengan segera timbul pula soal, apakah kebenaran itu dan sampai dimanakah kebenaran dapat ditangkap oleh akal budi manusia. Maka penyelidikan tentang akal budi itu disebut Filsafat Akal Budi atau Logika.

Penyelidikan tentang bahan dan aturan berpikir disebut logica minor, adapun yang menyelidiki isi berpikir disebut logica mayor. Filsafat akal budi ini disebut Epistimologi dan adapula yang menyebut Critica, sebab akal yang menyelidiki akal.

B. Objek Filsafat Islam

Adapun objek Filsafat Islam ialah objek kajian filsafat pada umumnya yaitu realitas, baik yang material maupun yang ghaib. Perbedaannya terletak pada subjek yang mempunyai komitmen Qur’ani.Dalam hubungan ini objek kajian Filsafat Islam dalam tema besar adalah Tuhan, alam, manusia dan kebudayaan. Tema besar itu hendaknya dapat dijabarkan lebih spesifik sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga dapat ditarik benang merah dari perkembangan sejarah pemikiran kefilsafatan yang hingga sekarang. Setiap zaman mempunyai semangatnya sendiri-sendiri.

Dari keterangan di atas dapat dikatakan bahwa objek filsafat itu sama dengan objek ilmu pengetahuan bila ditinjau secara materia dan berbeda bila secara forma. Sedangkan objek kajian Filsafat Islam itu sendiri mencakup Tuhan, alam, manusia dan kebudayaan.

BAB II

Kegunaan Filsafat Pendidikan Islam


filsafat pendidikan islam sebagai bagian atau komponen dari dua sisitem, maka ia mempunyai perenan dan tugas tertentu pada system dimana ia menjadi bagiannya. Sebagai cabang dari ilmu pengetahuan yang menjadi induknya. filsafat pendidikan islam sebagai cabang ilmu pengetahuan yang berkembang ia merupakan cabang dari filsafat islam sekaligus ia juga merupakan bagian dari ilmu pendidikan islam. Sebagai cabang dari filsafat islam, maka filsafat pendidikan islam berperann mengembangkan filsafat islam sekaligus memperkaya filsafat islam dengan konsep konsep dan pandangan pandangan filosofis dibelakang pendidikan.

Secara praktis (dalam prakteknya), filsafat pendidikan islam sangat penting dan berperan dalam memberikan alternatif alternatif pemecahan berbagai problema yang dihadapi umat dalam pendidikannya dan memeberikan arah dan kompas bagi tujuan yang jelas secara ideal terhadap perkembangan pendidikan islam itu sendiri.

filsafat pendidikan islam mempunyai kedudukan dan peranan yang penting dengan beroreantasi kepada dua sasaran. Pertama, pengembangan konsep konsep filosofis dari pendidikan islam yang secara otomatis akan melahirkan teori teori baru dalam pengembangan ilmu pendidikan islam. Kedua, perbaikan dan pembaharuan terhadap sistem yang dipraktekkan dalam pendidikan islam.

Manfaat filsafat pendidikan islam antara lain :
1. membantu para perancang dan pelaksana pendidikan dalam membentuk pemikiran yang benar terhadap proses pendidikan islam
2. memberi dasar bagi pengkajian pendidikan secara umum dan khusus
3. menjadi dasar penilaian pendidikan secara menyeluruh
4. memberi sandaran intelektual dan bimbingan bagi pelaksana pendidika untuk menghadapi tantangan yang mucul dalam bidang pendidikan, sabagai jawaban dari setiap permasalahan yang timbul dalam pendidikan.
5. memberikan pendalaman pemikiran tentang pendidikan dalam hubungannya dengan faktor faktor spiritual, kebudayaan sosial, ekonnomi, politik dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan


Objek yang dipikirkan oleh filsafat ialah segala yang ada dan yang mungkin ada. Jadi luas sekali. Objek filsafat sangat luas, meliputi:
a. Hakekat Tuhan
b. Hakekat Alam dan
c. Hakekat Manusia.

Objek kajian Filsafat Islam adalah Tuhan, alam, manusia dan kebudayaan
Secara praktis (dalam prakteknya), filsafat pendidikan islam sangat penting dan berperan dalam memberikan alternatif alternatif pemecahan berbagai problema yang dihadapi umat dalam pendidikannya dan memeberikan arah dan kompas bagi tujuan yang jelas secara ideal terhadap perkembangan pendidikan islam.
sasaran filsafat pendidikan islam adalah : pengembangan konsep konsep filosofis dari pendidikan islam yang secara otomatis akan melahirkan teori teori baru dalam pengembangan ilmu pendidikan islam dan perbaikan dan pembaharuan terhadap sistem yang dipraktekkan dalam pendidikan islam.

B, Kritik dan Saran

Dalam penulisan makalah ini, tentu banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

Hanafi, MA., Pengantar Filsafat Islam, (Jakarta, Bulan Bintang, 1990
Dr. Ahmad Tafsir. Filsafat Umum; Akal Dan Hati Sejak Thales Sampai James, (Bandung, PT. Remaja Rosda Jarya, 1990)
Prof. Dr. H. Abu Bakar Aceh, Sejarah Filsafat Islam, (Semarang, Ramadhani, 1982)

Makalah Arminaven
1. POKOK-POKOK BAHASAN AKHLAK DI SMU
2. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PAI DI SLTP SMU
3. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SLTP
4. POKOK BAHASAN MUAMALAH DI SMU
5. Makalah sejarah masuknya islam ke indonesia
6. pemberian SCORE VERIFIKASI DAN STANDAR PENILAIAN PAP DAN PAN 
7. Makalah pokok bahasan aqidah SMP SMA 
8. perkembangan biologis dan perseptual anak
9. pengertian dan sejarah singkats osiologi pendidikan 
10. PANDANGAN islam TENTANG PEMBELAJARAN 
11. GURU DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN 
12. makalah pokok pokok ilmu tajwid dan kandungan alquran 
13. ADMinistrasi PENDIDIKANI 
14. pembuatan KTSP 
15. makalah landasan pengembangan kurikulum 
16. Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam 
17. makalah Hadist 
18. masa'ilul fiqhiyah 
19. Makalah JENIS-JENIS SYARAT EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM 
20. makalah MPDP SKI
21. POKOK BAHASAN AKHLAK DI SLTP
22. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SMU 
23. POKOK BAHASAN AQIDAH DI SLTP
24. POKOK BAHASAN IBADAHD SLTP SMU
25. tanggung jawab Kepala Sekolah Sebagai Administrator Pendidikan
26. MAKALAH SPI abbasiyahumayyah
27. Makalah_dasar-dasar pendidikan islam
28. Makalah PsikologiUmum
29. makalah SEJARAH kemunduran PERADABAN ISLAM
30. psikologi perkembangan perseptual anak 
31. makalahQ PLS kejar paket ABC
32. Makalah SPI_dinasti abbasiyah
33. objek ijtihad 
34. makalah kapita selekta pendidikan 
35. makalah OBJEK N KEGUNAAN FILSAFAT ISLAM
36. makalah psikologi belajar dan hakikat kejiwaan dalam belajar 
37. makalah ontologi-filsafat
38. makalah partai politik demokrat
39. makalah pengertian dan ruang lingkup pendidikan agama islamMt sMA


DAFTAR CUG SEKARANG | KLIK DISINI

Makalah Objek dan Kegunaan Filsafat Islam 4.5 5 Unknown BAB I PENDAHULUAN A. Objek Filsafat Isi filsafat ditentukan oleh objek apa yang dipikirkan, objek yang dipikirkan oleh filsafat ialah s...


No comments:

Post a Comment

1.Jangan lupa koment yah kawan,untuk mempererat silaturrahim, NO CAPTCHA berkomentarnya.
2.Silahkan kawan becanda,asal dengan etika.
3.Komentar Dengan Moderasi untuk menghindari SPAMMER. Yang mau pasang Link,gunakan NAME/URL. Link LIVE otomatis terhapus
4. Yang gak punya akun maka silahkan berkomentar sebagai "Anonim"
5.Gunakan media komentar ini sebagai sarana saran, masukan serta request :)
6.Terimakasih kunjungan dan komentarnya kawan,Mohon maaf jika belum bisa berkunjung balik

J-Theme