• INFO DAFTAR CUG
  • WA:085200000285
  • PIN: D703CC94

Jenis Dan Syarat Evaluasi Pendidikan Islam

 

Advertisement
Solusi Nelpon SMS Paket Internet Telkomsel Murah - KLIK DISINI

PENDAHULUAN
EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


Menurut Ralph Tyler evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana ,dalam hal apa,dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum , bagaimana yang belum dan apa sebabnya.Defenisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli lain yakni Cronbach dan Stufflebeam.tambahan defenisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai,tetapi digunakan untuk membuat keputusan

Menurut pengertian lama pencapaian tujuan pembelajaran yang berupa prestasi belajar,merupakan hasil dari kegiatan belajar-mengajar semata,dengan kata lain,kualitas kegiatan belajar mengajar adalah satu-satunya faktor penentu bagi hasilnya. pendapat seperti itu kini sudah tidak berlaku lagi,karena prestasi merupakan hasil kerja(ibarat sebuah mesin) yang keadaan nya sangat kompleks .

PEMBAHASAN

A. JENIS EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


Jenis-jenis evaluasi yang dapat diterapkan dalam pendidikan Islam ada beberapa macam yaitu :

1.Evaluasi formatif :

Evaluasi ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar yang dicapai anak didik setelah ia menyelesaikan program dalam satuan bahan pelajaran pada suatu bidang studi tertentu.Evaluasi ini dipandang sebagai “ulangan” yang dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan pelajaran atau modul. Tujuannya adalah untuk memperoleh umpan balik yang mirip dengan evaluasi diagnostik (penjelasannya akan dijelaskan selanjutnya) yakni mendiagnosis (mengetahui penyakit/kesulitan) belajar siswa.
Hasil diagnosis kesulitan belajar tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan rekayasa pengajaran remedial (perbaikan). Asumsi yang mendasari evaluasi ini adalah bahwa manusia dalam hal ini peserta didik mempunyai banyak kelemahan
“ Diciptakan manusia dalam keadaan lemah.” Dan pada mulanya tidak mengetahui apa-apa (QS. 16 : 78):

Dalam melaksanakan evaluasi formatif, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi jenis ini, yaitu :
a) Aspek fungsi, yaitu untuk memperbaiki proses belajar mengarah ke arah yang lebih baik dan efisien
b) Aspek tujuan, yaitu mengetahui sampai dimana penguasaan peserta didik tentang bahan pendidikan yang diajarkan dalam satu program satuan satuan pelajaran serta sesuai atau tidaknya dengan tujuan.
c) Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui aspek-aspek yang dinilai pada penilaian formatif, meliputi, tingkat pengetahuan peserta didik , keterampilan dan sikapnya ketika dan setelah proses pembelajaran dilaksanakan

2.Evaluasi Sumatif

Yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam satu catur wulan, satu semester atau akhir tahun untuk menentukan jenjang pendidikan berikutnya. Evaluasi sumatif ini dapat dianggap sebagai “ulangan umum” yang dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran. Evaluasi ini lazim dilakukan pada setiap akhir semester atau akhir tahun ajaran. Hasilnya dijadikan bahan laporan resmi mengenai kinerja akademik siswa dan bahan penentu naik tidaknya siswa ke kelas yang lebih tinggi.

Asumsi evaluasi ini adalah bahwa segala sesuatu termasuk peserta didik diciptakan mengikuti hukum bertahap. Setiap tahap memiliki satu tujuan dan karakteristik tertentu Satu tahapan yang harus diselesaikan terlebih dahulu untuk kemudian beralih ke tahapan yang lebih baik. (QS.84 : 19) :
“ Sesungguhnya kamu akan melalui tingkat (tahap)demi tahap dalam kehidupan.”
Dalam melaksanakan evaluasi sumatif, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi jenis ini yaitu :

a) Aspek fungsi, yaitu untuk menentukan angka atau nilai peserta didik setelah mengikuti program bahan pelajaran dalam satu catur wulan atau semester.
b) Aspek tujuan, yaitu mengetahui taraf hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan program bahan pelajaran dalam catur wulan, semester, akhir tahun atau akhir program pelajaran pada suatu unit pendidikan tertentu.
c) Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui aspek-aspek yang dinilai atas kemajuan hasil pelajaran meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap dan penguasaan peserta didik tentang materi yang diberikan.
d) Waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui kapan sebaiknya penilaian dilaksanakan, apakah sebelum, ketika proses belajar berlangsung atau akhir proses pembelajaran.

3. Evaluasi penempatan (placement)

yaitu evaluasi yang dilakukan sebelum peserta didik mengikuti proses belajar mengajar untuk kepentingan penempatan pada jurusan atau fakultas yang diingini. Asumsi yang mendasari evaluasi ini bahwa setiap manusia dalam hal ini peserta didik memiliki perbedaanperbedaan dan potensi khusus.
Perbedaan ini kadangkadang merupakan kelebihan atau kelemahan. Masing- masing perbedaan harus ditempatkan sebagaimana seharusnya, sehingga kelebihan individu dapat berkembang dan kelemahannya dapat diperbaiki.

Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui keadaan fisik dan psikis, bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan, sikap dan aspek-aspek lain yang dianggap perlu bagi kepentingan pendidikan anak selanjutnya. Kemungkinan penilaian ini dapat jugadilakukan setelah anak mengikuti pelajaran selama satu catur wulan, satu semester, atau satu tahun sesuai dengan tujuan lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Aspek waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui kapan sebaiknya dilaksanakan penilaian penempatan (placement), apakahsebelum anak mengikuti proses pembelajaran atau setelah mengikuti pendidikan di suatu tingkat pendidikan tertentu

4. Evaluasi diagnostik

yaitu evaluasi yang dilakukan terhadap hasil penganalisaan tentang keadaan belajar peserta didik, meliputi kesulitan- kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam situasi belajar mengajar. Asumsi yang mendasari evaluasi ini adalah bahwa pengalaman pahit masa lalu dapat dijadikan guru untuk memperbaiki masa depan. Setiap kegiatan dalam proses pembelajaran tidak terlepas dari kesulitan dan hambatan yang dihadapi, maka ia akan memperoleh kemudahan dalam kegiatan berikutnya.

Menurut Muhibbinsyah evaluasi ini dilakukan setelah penyajian sebuah satuan pelajaran dengan tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa. Instrumen evaluasi jenis ini dititikberatkan pada bahasan tertentu yang dipandang telah membuat siswa mendapatkan kesulitan.

Dalam melaksanakan penilaian diagnostik, seorang pendidik perlu memperhatikan beberapa aspek evaluasi jenis ini yaitu :

a) Aspek fungsi, yaitu untuk mengetahui masalah- masalah yang menganggu peserta didik yang dapat mempersulit dan menghambat proses pembelajaran, baik dalam satu bidang studi tertentu atau keseluruhan bidang studi. Setelah mengetahui penyebab kesulitan terjadi, lalu diformulasikan usaha pemecahannya.
b) Aspek tujuan, yaitu membantu kesulitan atau mengatasi hambatan yang dialami peserta didik waktu mengikuti kegiatan belajar pada satu mata pelajaran atau keseluruhan program pengajaran.
c) Aspek yang dinilai, yaitu untuk mengetahui hasil belajar yang diperoleh peserta didik, latar belakang kehidupannya dan semua aspek yang menyangkut kegiatan belajar.
d) Aspek waktu pelaksanaan, yaitu untuk mengetahui kapan diperlukan pembinaan yang tepat dalam rangka meningkatkan mutu pengetahuan peserta didiknya.

5. Evaluasi Prasyarat

Evaluasi jenis ini sangat mirip dengan pre test. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penguasaan siswa atas materi lama yangmendasari materi baru yang akan diajarkan.Contoh, evaluasi penguasaan penjumlahan bilangan sebelum memulai pelajaran perkalian bilangan, karena penjumlahan merupakan prasyarat atau dasar pekalian.

6. Ujian Akhir Nasional (UAN)

Ujian Akhir Nasional (UAN) yang dulu disebut EBTANAS bahkan sekarang diganti menjadi Ujian Nasional (UN) pada prinsipnya sama dengan evaluasi sumatif dalam arti sebagai alat penentu kenaikan status siswa. Namun UAN yang diberlakukan mulai tahun 2002 itu dirancang untuksiswa yang telah menduduki kelas tertinggi pada satu jenjang pendidikan tertentu seperti jenjang SD?MI, SLTP/MTs, dan sekolah-sekolah menengah yakni SMA dan sebagainya

B. SYARAT-SYARAT EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Syarat-syarat yang dapat digunakan dalam evaluasi pendidikan Islam adalah :

1) Validity, yaitu pelaksanaan tes harus berdasarkan hal-hal yang seharusnya dievaluasi, yang meliputi seluruh bidang tertentu yang diingini dan diselidiki sehingga tidak hanya mencakup satu bidang saja. Soal-soal tes harus memberi gambaran keseluruhan(representatif) dari kesanggupan anak mengenai bidang itu.

2) Reliable, yaitu tes tersebut dapat dipercayai yakni dengan memberikan ketelitian dan keterangan tentang kesanggupan anak didik sesungguhnya, soal yang ditampilkan tidak membawa tafsiran yang bermacam-macam sehingga mudah dimengerti oleh peserta didik.

3) Efisiensi, yaitu tes yang dilakukan merupakan tes yang mudah administrasinya, penilaian dan interpretasinya (penafsirannya). Selain itu, evaluasi yang dilaksanakan harus secara cermat dan tepat pada sasarannya. Sesuai dengan Alquran surat Al-Insyiqoq (84) ayat 8 :
“ Maka dia akan dievaluasi dengan pengevaluasian yang mudah.”

4) Ta ’a bbudiyyah dan ikhlas, yaitu evaluasi yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan pengabdian kepada Allah Swt. Apabila prinsip ini dilakukan, maka upaya evaluasi akan membuahkan kesan husnu zhann (prasangka baik) terjadi perbaikan tingkah laku secara positif dan menutupi rahasia-rahasia buruk pada diri seseorang

PENUTUP
A. Kesimpulan


1. pencapaian tujuan pembelajaran yang berupa prestasi belajar,merupakan hasil dari kegiatan belajar-mengajar semata,dengan kata lain,kualitas kegiatan belajar mengajar adalah satu-satunya faktor penentu bagi hasilnya
2. ada bermacam macam evaluasi, antara lain:
a) Evaluasi formatif
b) Evaluasi Sumatif
c) Evaluasi penempatan (placement)
d) Evaluasi diagnostik
e) Evaluasi Prasyarat
f) Ujian Akhir Nasional (UAN)
3. Syarat-syarat yang dapat digunakan dalam evaluasi pendidikan Islam adalah
a) Validity
b) Reliable
c) Efisiensi
d) Ta ’a bbudiyyah
e) ikhlas

B, Kritik dan Saran

Dalam penulisan makalah ini, tentu banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI.Al Qur’an dan terjemahnya.PT.Syamil Cipta Media, Bandung: 2005
Prof.Dr. Atikunto, Suharsimi. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan. Aksara, jakarta: 2009
Prof.Dr.Sudijono, Anas. Penganatar Evaluasi Pendidikan. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta : 2006

Makalah Arminaven
1. POKOK-POKOK BAHASAN AKHLAK DI SMU
2. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PAI DI SLTP SMU
3. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SLTP
4. POKOK BAHASAN MUAMALAH DI SMU
5. Makalah sejarah masuknya islam ke indonesia
6. pemberian SCORE VERIFIKASI DAN STANDAR PENILAIAN PAP DAN PAN 
7. Makalah pokok bahasan aqidah SMP SMA 
8. perkembangan biologis dan perseptual anak
9. pengertian dan sejarah singkats osiologi pendidikan 
10. PANDANGAN islam TENTANG PEMBELAJARAN 
11. GURU DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN 
12. makalah pokok pokok ilmu tajwid dan kandungan alquran 
13. ADMinistrasi PENDIDIKANI 
14. pembuatan KTSP 
15. makalah landasan pengembangan kurikulum 
16. Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam 
17. makalah Hadist 
18. masa'ilul fiqhiyah 
19. Makalah JENIS-JENIS SYARAT EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM 
20. makalah MPDP SKI
21. POKOK BAHASAN AKHLAK DI SLTP
22. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SMU 
23. POKOK BAHASAN AQIDAH DI SLTP
24. POKOK BAHASAN IBADAHD SLTP SMU
25. tanggung jawab Kepala Sekolah Sebagai Administrator Pendidikan
26. MAKALAH SPI abbasiyahumayyah
27. Makalah_dasar-dasar pendidikan islam
28. Makalah PsikologiUmum
29. makalah SEJARAH kemunduran PERADABAN ISLAM
30. psikologi perkembangan perseptual anak 
31. makalahQ PLS kejar paket ABC
32. Makalah SPI_dinasti abbasiyah
33. objek ijtihad 
34. makalah kapita selekta pendidikan 
35. makalah OBJEK N KEGUNAAN FILSAFAT ISLAM
36. makalah psikologi belajar dan hakikat kejiwaan dalam belajar 
37. makalah ontologi-filsafat
38. makalah partai politik demokrat
39. makalah pengertian dan ruang lingkup pendidikan agama islamMt sMA


DAFTAR CUG SEKARANG | KLIK DISINI

Jenis Dan Syarat Evaluasi Pendidikan Islam 4.5 5 Unknown PENDAHULUAN EVALUASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Menurut Ralph Tyler evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejau...


1 comment:

  1. terus psting info2 yg bermanfaatnya gan
    senang bisa berkunjung ke blog anda
    terimakasih banyak

    ReplyDelete

1.Jangan lupa koment yah kawan,untuk mempererat silaturrahim, NO CAPTCHA berkomentarnya.
2.Silahkan kawan becanda,asal dengan etika.
3.Komentar Dengan Moderasi untuk menghindari SPAMMER. Yang mau pasang Link,gunakan NAME/URL. Link LIVE otomatis terhapus
4. Yang gak punya akun maka silahkan berkomentar sebagai "Anonim"
5.Gunakan media komentar ini sebagai sarana saran, masukan serta request :)
6.Terimakasih kunjungan dan komentarnya kawan,Mohon maaf jika belum bisa berkunjung balik

J-Theme