anak angkat

pengertian dan sejarah anak angkat

Sebelum islam datang, orang arab jahiliyah telah memeperaktekkan mengangkat anak. Namun praktek pengangkatan anak ketika itu merupakan sebuah budaya yang jauh dari norma norma islam. Orang jahiliyah mengangkat anak dengan menjadikannya sebagai anaknya sendiri, menghilangkan nasab aslinya dan menggantikan nasabnya kepada dirinya (bapak asuh). Dengan demikian tidak ada batas pergaulan antara anak angkatnya yang laki laki dengan anak asli perempuannya. Orang jahiliyah menyamakan hak angkat dengan anak aslinya dalam hal warisan dan mengharamkan kawin dengan anak perempuan aslinya atau dengan istrinya jika ia sudah mati. Budaya seperti ini sebelum islam datang sudah menjadi kebiasaan yang ramai dilakukan oleh orang orang Jahilyah. Sampai sampai sebelum ada hukum yang ditegaskan oleh Islam Nabi Muhammad SAW pernah mengangkat Zaid bin Haritsah, seorang pemuda yang tertawan sejak kecil pada suatu peperangan. Kemudian Hakim bin Hazam membelinya dan diserahkanlah Zaind bin Haritsah kepada Khadijah. Kemudian Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad, maka diserahkanlah Zaid bi Haritsah kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian bapak dan pamannya mengetahui posisi anaknya. Maka nabi menyuruh Zaid untuk memilih diasuh oleh bapaknya atau oleh nabi. Tapi Zaid lebih memilih nabi. Melihat sikpa Zaid seperti itu, paman dan bapaknya merelakannya. Maka nabi memerdekakannya dan mengangkatnya sebagai anak angkat dan peristiwa ini disaksikan oleh kaum Muslimin ketika itu. Maka ketika itu orang orang Jahiliyah memanggil Zaid dengan Zaid bin Muhammad, ketika itulah Allah SWT memerintahkan kepada nabi untuk menerapkan hukum islam yang baru dan menghilangkan kebiasaan mengangkat anak pada zaman jahiliyah yang menisbatkan nasab kepada bapak angkatnya. Turunlah surat al Ahzab ayat 4-5:
Artinya:n”Dia tidak menjadikan anak anak angkatmu sebagai anak kandungmu sendiri. Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan yang benar. Panggillah mereka (anak anak angkat itu) dengan memakai nama bapak bapak mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak bapak mereka, maka penggillah mereka sebagai saudara saudaramu seagama dan maula maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

anak angkat adalah anak yang dijadikan sebagai anak asuh yang diketahui nasab kedua orangtuanya. Ada “serah terima” yang resmi dari kedua orang tua asli kepada orang tua angkat. Dengan demikian tidak ada alasan bagi orang tua asuh untuk menasabkan anak angkatnya kepada dirinya. Ia mengangkat anak karena untuk menolong dan memberikan bekal pendidikan bukan menghilangkan nasab.Dengan demikian secara prinsip antara anak pungut dengan anak angkat tidak ada perbedaan. Perbedaan itu hanya sebatas pengambilan. Namun pada hakikatnya sama. Baik anak pungut dan anak angkat adalah bukan anak asli, ia diasuh, dibesarkan dan dididik oleh orang lain dan tidak ada hubungan nasab antara anak asuh dengan bapak asuhnya. Dalam bahasa Arab menjadikan anak sebagai anak asuh disebut tabanni, atau bahasa inggrisnya disebut adopsi. Atas dasar untuk menolong dan mengasuh serta mendidik anak , maka “mengangat anak “ dalam islam di definisikan sebagaimana dirumuskan oleh Muhammad Syaltut:“Seseorang mengangkat anak yang diketahui bahwa anak itu adalah anak orang lain. Lalu ia memperlakukan anak tersebut sama dengan anak kandungnya, baik dari segi kasih sayang, nafkah, pendidikan, serta perhatian dengan tidak menyamakannya dalam nasab. Kedudukan anak angkat bukan anak secara syara’ dan tidak memiliki hak hak sebagai anak asli”.

Seorang bapak angkat boleh menikahi bekas istri anak angkatnya. Hal ini lebih mnguatkan lagi karena sesungguhnya anak angkat itu adalah bukan anak asli, oleh karena itu sah untuk dinikahi. Hal ini menghapus budaya yang berlaku dikalangan kaum Jahiliyah. Peristiwa ini langsung dicontohkan oleh Nabi dengan menikahi Zainab bin Jahsin (anak bibi nabi). Zainab adalah bekas istri Zaid (anak angkat nabi) yang dicerai oleh Zaid karena tidak ada kecocokan antara keduanya. Lalu Zainab dinikahi oleh Rosulullah SAW.

Anjuran dan Tujuan Mengangkat Anak

Kalau diperhatikan secara cermat bahwa mengangkat anak dalalm islam adalah pekerjaan yang sangat mulia, bagian dari perbuatan baik yang dianjurkan oleh islam. Sebab didalamnya terdapat unsur tolong menolong yang dapat mendekatkan diri pelakunya kepada Allah swt. Sudah seharusnya orang islam yang kaya atau orang yang belum dianugerahi anak atau siapa saja yang mampu untuk mengambil bagian dalam pekerjaan mangangkat anak ini.
Di Indonesia kita perhatikan ada beberapa motif seseorang mengangkat anak. Ada bermotif agar keluarga yang tidak punya anak itu memperoleh anak (dijadikan anak kandung) untuk meneruskan garis keturuannya. Yang seperti ini diharamkan dalam islam. Ada juga yang bermotif untuk dijadikan sebagai pancingan bagi orang tua yang mengangkatnya yang tidak punya anak itu. Dan ada juga yang bermotif mendapat tenaga kerja atau merasa kasihan terhadap nasib anak. Kedua motif terakhir dapat dibenarkan oleh islam selama tidak menjadikannya sebagai anak kandung. Islam sebagai agama yang sempurna sarat dengan ajaran kepedulian terhadap sosial. Islam tidak membenarkan umatnya hidup rakus, egois dan tidak peduli terhadap lingkungannya. Berikut ini adalah ayat ayat yang menganjurkan agar mengangkat anak sebagai salah satu ajaran kepedulian sosial dapat dijalankan oleh umat islam.
Artinya: dan tolong menolong lah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran (QS. Al Maidah:2)

Artinya: dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan, (QS. Al Insan: 8)
Artinya: tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?itulah orang orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.(QS. Al Ma’un:1-3)
Artinya: sekali kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin.(QS. Al Fajr: 17-18)

Dalam hadits rasulullah, Allah memberikan ganjaran surga kepada orang yang tulus ikhlas memberi bantuan kepada orang yang tidak mampu seperti anak yatim:
Aritnya: aku (naib) dan orang yang mengasuh anak yatim disurga seperti ini, nabi mengisyaratkan dengan menunjukkan ibu jari dan jari tengah dan Rasul merapatkan kedua jarinya. (HR. Bukhari)

akibat Hukum dari Mengangkat Anak

Hal yang penting untuk diluruskan adalah status hukum antara anak angkat dan bapak angkat. Sebab jika melihat budaya jahiliyah status anak angkat disamakan haknya dengan anak sendiri. Dan ada banyak kasus dimasyarakat, seorang bapak angkat (yang tidak punya anak) yang sudah terlanjur sayang kepada anak angkatnya. Si bapak angkat itu tidak mau menjelaskan kepada anak angkatnya bahwa ia adalah bukan anak asli. Padahal si anak angkat tersebut telah dewasa. Usaha untuk menutup – nitupi yang dilakukan oleh orang tua angkat tentang status anak angkatnya ditegaskan oleh syekh Yusuf Qardhawi merupakan hal yang sia- sia. Atinya hal itu pasti terbongkar juga. Sebab kebohongan perkataan manusia tidak dapat menutupi kebenaran, tidak dapat mengubah realitas sebenarnya. Kebohongan tidak akan dapat menjadikan orang luar menjadi anak kandung. Dan yang ajaib tidak akan ada di dalam dada bapak angkat sifat kebapakan seperti bapak kandung terhadap anak kandungnya. Dan tidak juga ditemukan perasaan sebagai anak kandung dalam diri anak angkat terhadap bapak angkatnya serta si anak angkat tidak mewarisi sifat sifat tertentu dari bapak angkatnya. Hal ini diperkuat oleh firman Allah swt:


Makalah Arminaven
1. POKOK-POKOK BAHASAN AKHLAK DI SMU
2. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP PAI DI SLTP SMU
3. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SLTP
4. POKOK BAHASAN MUAMALAH DI SMU
5. Makalah sejarah masuknya islam ke indonesia
6. pemberian SCORE VERIFIKASI DAN STANDAR PENILAIAN PAP DAN PAN 
7. Makalah pokok bahasan aqidah SMP SMA 
8. perkembangan biologis dan perseptual anak
9. pengertian dan sejarah singkats osiologi pendidikan 
10. PANDANGAN islam TENTANG PEMBELAJARAN 
11. GURU DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN 
12. makalah pokok pokok ilmu tajwid dan kandungan alquran 
13. ADMinistrasi PENDIDIKANI 
14. pembuatan KTSP 
15. makalah landasan pengembangan kurikulum 
16. Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Agama Islam 
17. makalah Hadist 
18. masa'ilul fiqhiyah 
19. Makalah JENIS-JENIS SYARAT EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM 
20. makalah MPDP SKI
21. POKOK BAHASAN AKHLAK DI SLTP
22. POKOK BAHASAN AL-QURAN DI SMU 
23. POKOK BAHASAN AQIDAH DI SLTP
24. POKOK BAHASAN IBADAHD SLTP SMU
25. tanggung jawab Kepala Sekolah Sebagai Administrator Pendidikan
26. MAKALAH SPI abbasiyahumayyah
27. Makalah_dasar-dasar pendidikan islam
28. Makalah PsikologiUmum
29. makalah SEJARAH kemunduran PERADABAN ISLAM
30. psikologi perkembangan perseptual anak 
31. makalahQ PLS kejar paket ABC
32. Makalah SPI_dinasti abbasiyah
33. objek ijtihad 
34. makalah kapita selekta pendidikan 
35. makalah OBJEK N KEGUNAAN FILSAFAT ISLAM
36. makalah psikologi belajar dan hakikat kejiwaan dalam belajar 
37. makalah ontologi-filsafat
38. makalah partai politik demokrat
39. makalah pengertian dan ruang lingkup pendidikan agama islamMt sMA


0 Response to "anak angkat"

Post a Comment

Peraturan Berkomentar :
1. Tidak mencantumkan link live
2. Komentar dengan anonym tidak terlalu kami layani